Menurut Kantor Berita Internasional ABNA, Syaikh Naim Qasim, Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, sebagai tanggapan atas operasi besar "Badai Al-Aqsa" yang dilakukan Sabtu (7/10) oleh Perlawanan Palestina, menerbitkan tweet dan menyatakan, “Salam sejahtera bagi para pejuang Palestina dan khususnya batalyon al-Qassam dan damai sejahtera bagi rakyat Palestina karena mendukung Al-Quds. Anda membuktikan martabat Anda dan penghinaan terhadap penjajah Zionis, dan Anda merobek benang lemah dari jaring laba-laba dan menarik langkah kebebasan dan kemenangan.”
Tokoh Hizbullah ini menambahkan, “Agresi dan pendudukan yang terus berlanjut terhadap musuh Zionis tidak akan dibiarkan begitu saja. Quds mempunyai pendukung, manusia-manusia yang merdeka dan Tuhan adalah pendukung dan penolong mereka. Keinginan perlawanan lebih kuat daripada dukungan arogan rezim pendudukan, dan arogansi Zionis membawa mereka menuju kehancuran bertahap.”
Syaikh Naeem Qasim menekankan, “Pemilik sebenarnya atas tanah dan haknya akan menang. Sebagaimana dalam ayat 7 Surat Muhammad, Allah Swt berfirman, Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan langkahmu.”
Disebutkan, Komando Pusat Brigade al-Qassam mengumumkan dimulainya operasi baru melawan rezim Zionis Israel dengan sandi Tufan Al Aqsa. Dalam operasi yang dimulai pada Sabtu (7/10) pagi ini, 35 tentara rezim Zionis disandera dan puluhan lainnya dikabarkan tewas.
Baku tembak antara pasukan perlawanan Palestina dan militer Israel di daerah dekat Jalur Gaza juga menyebabkan ratusan orang terluka. Sebuah tank militer Israel juga berhasil dihancurkan oleh pasukan perlawanan Palestina.
Kelompok-kelompok perlawanan Palestina juga menembakkan puluhan roket ke arah wilayah yang diduduki rezim Zionis Israel pada Sabtu pagi. Di antara wilayah yang dihantam roket pejuang Palestina adalah Asqalan
Operasi perlawanan Palestina ini dilancarkan untuk membalas kejahatan-kejahatan rezim Zionis terhadap Masjid Al Aqsa, dan rakyat Palestina. Sementara itu, militer rezim Zionis Israel mengerahkan jet-jet tempur dan melancarkan serangan udara ke beberapa titik di Gaza.